Callysta Florist

Penulis : Adriana Sari Aryani

—————————————————————————-

Alarm berbunyi tepat jam 6 pagi, Tangan kanan Lily berusaha menjangkau alarm untuk mematikannya. Alarm telah mati namun tubuh Lily enggan bangun dan masih ingin tidur nyenyak. Semalam dia sibuk mengerjakan dekorasi ruangan dan mengerjakan beberapa rangkaian bunga, dia mengerjakan bersama para stafnya hingga larut malam. Lily mendapat permintaan untuk mendekorasi salah satu ruangan auditorium di Jade Spark Hotel untuk sebuah acara seminar bertemakan “Global Warming”. Ringtone handphone Lily berbunyi, Lily bangun dari tempat tidur dan mencari-cari dimana handphonenya berada. Dia menemukan handphonenya dan menekan tombol untuk menjawab telepon. “Hi Lily, apakah kau sudah bangun? Pagi ini kita harus membawa beberapa rangkaian bunga ke Jade Spark Hotel dan memberikan sedikit sentuhan akhir sebelum acara dimulai.” kata Keyla di ujung  telepon. “Ya, aku baru bangun. Kita bertemu 45 menit lagi di florist. Sampai jumpa.” Lily menutup telepon kemudian mandi lalu bersiap-siap. Sebelum dia pergi, dia mematut dirinya di depan cermin untuk memastikan penampilannya rapi, feminim, dan elegan. Rambut coklatnya sengaja di gerai ke belakang bahu, dengan ujung rambutnya di keriting sedikit. Tak lupa dia menyemprotkan  parfum dengan aroma segar perpaduan amber dan citrus pada tubuhnya untuk meningkatkan kosentrasi dan menambah rasa optimis. Dia ingin tampil menarik dan percaya diri ketika bertemu dengan banyak orang termasuk dengan Cindy Fleck, ketua penyelenggara acara yang menggunakan jasa florist miliknya untuk mendekorasi salah satu ruangan auditorium di Jade Spark Hotel.

Setelah siap, Lily keluar dari apartemen dengan penuh semangat. Lily memanggil taxi namun tidak ada yang berhenti karena telah terisi penumpang lain, setelah beberapa kali mencoba memanggil taxi, akhirnya dia mendapatkan taxi yang kosong. Dia masuk ke dalam taxi, meminta ke supir taxi untuk mengantarnya ke Callysta Florist, 617 Mason Street. Dia juga meminta supir taxi untuk menambah sedikit kecepatan karena dia sedang terburu-buru. Selama perjalanan, Lily sangat gugup, karena baru pertama kali ini dia mendapat permintaan untuk mendekorasi ruangan  auditorium untuk sebuah acara seminar di salah satu hotel bintang lima di San Fransisco,  Jade Spark Hotel. Lily berharap dapat menyelesaikan dekorasi ruangan seindah mungkin dan mendapatkan tanggapan positif dari Cindy Fleck. Jika permintaan dekorasi ruangan kali ini berhasil maka akan membuka jalannya untuk mendapatkan permintaan dekorasi ruangan untuk acara-acara serupa di hotel berbintang lima. Dia ingin nama Callysta florist dikenal banyak orang dan dipercaya untuk dekorasi ruangan oleh berbagai event organizer. “Semoga saja semuanya berjalan lancar.” harapnya dalam hati.  Beruntunglah Lily, selama perjalanan dia tidak terkena macet. Perjalanan Taxi dari apartemen ke Callysta florist hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Taxi akhirnya sampai di tujuan, yaitu di Callysta florist. Lily keluar dari Taxi dan membayar biaya taxi. Setelah membayar Taxi, Lily segera masuk ke dalam Callysta florist.

Lily adalah pemilik Callysta florist. Usaha florist miliknya ini baru berjalan 4 bulan. Sejak remaja Lily memiliki impian untuk membuka usaha florist miliknya sendiri. Lily berusaha untuk hidup mandiri dan tidak mau selalu bergantung kepada orang tuanya. Ayahnya, Carl Dustin Breynil, merupakan pengacara terkenal di New York. Sedangkan ibunya, Jane Rose Breynil, merupakan dokter gigi terkenal di New York.  Lily memutuskan untuk mulai hidup mandiri dan pindah ke kota San Fransisco ketika dia masih kuliah di San Fransisco State University. Untuk memulai usaha floristnya Lily mendapatkan bantuan pinjaman dana dari orang tuanya sebagai modal awal. Lily memilih untuk memulai usaha florist karena kecintaannya terhadap bunga-bunga. Sejak kecil Lily menyukai dan mengagumi keindahan aneka jenis bunga. Di halaman belakang rumah orang tuanya terdapat taman bunga yang cantik dimana di taman tersebut terdapat banyak sekali bunga yang berwarna-warni yang indah dan harum, ada bunga mawar, melati, gardenia, daisy, aster, dahlia, lavender, lily, krisan, petunia, camellia, anyelir, dan masih banyak lagi jenisnya. Selain itu di taman tersebut ada dua ayunan yang terbuat dari kayu, gazebo mungil dari kayu cendana untuk minum teh atau untuk bersantai, kolam kecil di untuk meletakkan tanaman teratai, dan juga ada rumah kaca untuk berbagai jenis anggrek. Ibunya, Jane Rose Breynil, juga menyukai bunga dan mempunyai hobi berkebun. Hampir setiap libur akhir pekan beliau menyibukkan diri dengan merapikan tanaman bunganya di kebun, atau menanam tanaman bunga yang baru. Saking kecintaannya terhadap bunga, Jane (ibunya) memberi nama anak-anaknya dengan nama bunga, yaitu : Callysta Lily Breynil, dan Ella Jasmine Breynil.

Sesampainya di florist, Lily bertemu dengan Keyla dan beberapa stafnya yang sedari tadi telah ada di dalam florist untuk menyiapkan rangkaian bunga yang akan dibawa ke Jade Spark Hotel. “Apakah semua rangkaian bunga yang akan dibawa ke Jade Spark Hotel telah siap? Lily bertanya ke Keyla. Keyla menjawab “Ya, semuanya telah siap, hanya saja Jack belum juga datang. Dan Olivia sudah berada di Jade Spark Hotel untuk merapikan dekorasi ruangan disana.”. Lily sedikit panik karena Jack belum juga datang, Jack bertugas sebagai driver yang membawa beberapa rangkaian bunga ke Jade Spark Hotel dengan menggunakan mobil box.   Beberapa kali Lily mencoba menghubungi nomor telepon Jack namun tidak diangkat oleh Jack. Lily terlihat gelisah dan terus mencoba menghubungi nomor Jack. 10 menit kemudian Jack datang dan mengatakan “Maaf aku terlambat.” Kata Jack. “Syukurlah kamu datang, jika tidak maka aku harus segera mencari driver pengganti pagi ini.” ujar Lily dengan nada sedikit tenang. Rangkaian bunga satu persatu dimasukkan ke dalam mobil box dengan perlahan-lahan.  Cindy Fleck memesan 13 macam rangkaian bunga yang terdiri dari, 5 macam rangkaian bunga yang besar (Delightfull of White, Pretty Autumn, Colourfull Sweet, Gorgeous Purple, Pink Red Medley), dan 7 rangkaian bunga kecil untuk diletakkan di meja (red radiance tied, pink rose basket, purple exquisite, heart blossom, lovely yellow aster, joy of the rainbow, magic of white). “Mari berangkat.” kata Lily dengan penuh optimis dan berharap semoga semuanya berjalan lancar. Meskipun Lily dan beberapa staf florist terlihat sibuk di Jade Spark Hotel, namun Callysta florist tetap buka seperti biasanya mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Lily menyerahkan segala urusan Callysta florist kepada Emma. Emma sudah sangat dipercaya dalam mengatur urusan Callysta florist selama Lily pergi.

Jack, Keyla, dan Lily telah sampai di Jade Spark Hotel. Mereka segera menata letak rangkaian bunga yang telah mereka bawa dari florist dengan bantuan Olivia yang sedari tadi sudah sibuk menata dekorasi di ruangan. Satu persatu rangkaian bunga diletakkan di titik-titik tertentu sesuai dengan instruksi dari Lily.  Semua stafnya mengikuti instruksinya, dan mereka bekerja sangat cepat dan kompak. Pekerjaan dekorasi ruangan telah selesai. “Sempurna” kata Lily dalam hati, dia bangga dengan hasil akhir pekerjaan timnya. Wewangian bunga-bunga segar yang ada di ruangan auditorium membuat seluruh ruangan tersebut wangi alami. Cindy Fleck datang dan melihat dekorasi ruangan sebelum acara seminar dimulai. Acara seminar dimulai 45 menit lagi.  “Kerja kalian sungguh bagus” Cindy memuji hasil dekorasi yang dilakukan oleh Callysta florist.  “Sungguh indah. Aku sangat menyukai dekorasi ruangan ini. Lihatlah begitu indah rangkaian bunga yang ada di meja.” ujar Cindy sambil berkeliling ruangan dan melihat satu persatu rangkaian bunga yang tertata di meja. “Oh, rangkaian bunga Lily dan Anggrek. Cantik sekali. Ini bunga kesukaanku.” Cindy memandang salah satu rangkaian bunga besar di dekat pintu masuk ruangan dan menyentuh bunga Anggrek dengan lembut. Lily hanya tersenyum kecil sambil melihat ke arah Keyla dan Olivia. Cindy memuji hasil kerja tim Callysta florist dan mengucapkan terima kasih kepada Lily. Cindy memberikan sebuah cek kepada Lily sebagai tanda pembayaran jasa dekorasi. Lily sangat senang menerimanya dan mengucapkan terima kasih. “Jika membutuhkan rangkaian bunga atau jasa dekorasi ruangan jangan ragu untuk menghubungi Callysta Florist” kata Lily sambil memberikan kartu nama Callysta florist kepada Cindy Fleck.  Cindy Fleck menjawab “Tentu saja. Senang bisa bekerja sama dengan Callysta florist”. Mereka pun bersalaman. Para tamu acara seminar mulai datang satu persatu, Cindy Fleck tampak sibuk menyapa para tamu dan melakukan persiapan lainnya.   Lily berjalan menuju ke arah Keyla, Olivia, Jack  dan mengucapkan “Kita Berhasil. Terima kasih untuk kerjasama kalian”.  Keyla, Olivia, dan Jack sangat senang karena berhasil membuat pelanggannya puas atas kerja keras mereka. Mereka kembali ke florist untuk bekerja seperti biasa dengan penuh semangat dan optimis.

***************

Mohon kasih saran dan kritiknya ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s