Arsip

Move On…..Move On

Mencoba untuk move on memang sulit, namun dengan tekad & niat yang kuat untuk melanjutkan hidup dan meninggalkan masa lalu harus dilakukan. Tak ada gunanya bersedih,meratapi masa lalu. Tak ingin terperangkap di bayang-bayang masa lalu. Berikut ini lahu-lagu yang mendukung untuk move on.

Dana Refund Taby

Alhamdulillah, setelah menunggu 1 bulan dari pengajuan dana refund untuk pembelian Samsung Galaxy Tab  7+  akhirnya saya menerima transfer dana refund dari  pihak Samsung.   Dana Refund yang saya terima sesuai dengan nominal yang tertera di nota pembelian.

Awalnya pihak Samsung berjanji memproses dana refund tersebut selama 3 minggu setelah pengajuan, namun setelah menunggu 3 minggu pihak Samsung belum juga mentransfer dana refund ke rekening saya. Saya bosan mendengar janji-janji dari pihak Samsung service centre (call centre), dan saya pun berinisiatif untuk mengirimkan keluhan saya  ke kompas.com dan detik.com.

Beberapa hari setelah surat pembaca tersebut dimuat, dana Refund ditransfer ke rekening saya dan nilai nominalnya sesuai dengan nota pembelian. Terima kasih Samsung :-).  Setelah kejadian tersebut saya trauma dengan produk tersebut. Cukuplah kejadian tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi saya dalam memilih gadget.

Selamat Tinggal Taby

Taby adalah panggilan untuk Galaxy Tab 7+ yang baru saya beli.

Saya membeli Taby pada pertengahan Desember 2011. Alasan saya membeli Taby adalah karena ukurannya yang tidak terlalu besar & sangat ringan untuk dibawa kemana-mana. Selain itu, Galaxy Tab 7+ telah tersedia fitur sms & telepon seperti halnya fitur umum yang terdapat di dalam hp. Saya termasuk penggemar gadget, dan saya sangat senang sekali ketika bisa memiliki Galaxy Tab 7+ yang menurut iklan gadget ini telah memiliki fitur yang sangat canggih.

“GALAXY Tab 7.0 Plus hadir dengan bentuk kecil yang mengagumkan – hanya seukuran buku saku, namun memiliki kekuatan komputasi sebuah laptop. Tablet ringan dan kompak seberat 345gr dapat dioperasikan dengan satu tangan – ideal saat Anda bepergian. Platform Honeycomb yang disempurnakan dan dioptimalkan memberikan pengalaman pengguna yang canggih pada berbagai perangkat tablet yang lebih luas termasuk tablet 7 inch. Kompatibilitas baru pada mode Zoom mengoptimalkan aplikasi yang tidak dirancang berjalan pada ukuran layar yang lebih besar, sehingga mereka cocok di seluruh layar tanpa distorsi. Juga, file media dapat dimuat langsung dari kartu MicroSD”

Setelah 1 bulan pemakaian sejak pembelian, gadget yang berplatform Honeycomb ini mengalami 3 kali kerusakan dan dibawa ke tempat S****n* service center.  Adapun 3 kerusakan tersebut adalah sebagai berikut :

1)  Touch Screen Error

Saya tidak mengetikkan/menyentuh apapun di layar, namun muncul huruf-huruf acak.  Pihak service center   mengganti piranti touch screen dengan yang baru.

2)  Mati Total

Taby saya mati total, awalnya saya pikir taby mati total karena lowbat. namun setelah dicas lebih dari 4 jam, taby tidak menunjukkan tanda-tanda hidup dan indikator bateraipun tidak ada. akhirnya saya bawa lagi ke service centre. Anehnya, CS customer service mencoba mengecas selama 30 menit dan Taby pun hidup kembali.

3) Mati Total (lagi)

Taby saya mendadak mati total (lagi),padahal kondisi batre tidak lowbat. namun setelah dicas lebih dari 10 jam, taby tidak menunjukkan tanda-tanda hidup dan indikator bateraipun masih belum ada. akhirnya saya bawa lagi ke service center untuk ketiga kalinya. Ketika saya bawa ke service centre, saya minta ke pihak service center untuk mengganti unit Taby saya dengan unit yang baru. Pihak service centerpun bersedia mengganti unit Taby.

Saya heran, apakah Taby yang saya beli merupakan produk gagal?

Akhirnya saya mendapatkan Penggantian unit baru. Saya pun merasa senang dan berharap kali ini Taby baru saya akan baik-baik saja. Saya mendapat penggantian Taby baru tanggal 31 January 2012. Plastik di layar Taby baru sengaja tidak saya lepas, karena saya belum berniat untuk membeli screen protector baru. Setelah saya mencoba menggunakan Taby yang baru selama beberapa hari ternyata mendadak Taby baru tersebut mati total, padahal pemakaian baru 4 hari. Akhirnya dengan perasaan kecewa saya membawa Taby baru tersebut ke service center dan meminta Refund atas pembelian Taby. Dan tanpa debat panjang lebar, pihak service center bersedia memproses Refund tersebut. Dan pihak service center akan mentransfer sejumlah uang ke rekening saya sesuai dengan nota pembelian Taby tersebut.

Saat ini saya masih belum menerima transferan dari pihak S****n* service center. Saya sungguh kecewa dengan produk Taby ini.

Tahun Baru, Resolusi Baru

Selamat datang 2012, selamat tinggal 2011.

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, Tak terasa 1 tahun berlalu dengan cepat. Saya jadi teringat apa saja yang telah saya raih/capai sebagai achievement/prestasi bagi diri saya sendiri selama tahun 2011. Sekedar pengingat untuk diri sendiri, berikut ini daftar achievement saya di tahun 2011 :

  • Januari 2011 – Agustus 2011 : menjadi dosen pertama kalinya di Univ. Pancasila
  • Januari 2011 – Agustus 2011 : menjadi koordinator Kerja Praktek
  • Menghadiri banyak seminar, termasuk seminar di ITS
  • Ikut kuliah umum BJ Habibie di UGM
  • Proposal Penelitian mendapat dana hibah dari UI –> Pertama kalinya menulis proposal
  • Pertama kalinya paper disubmit ke jurnal internasional dan diterima —> sbg author ke-2

Well, semoga di tahun 2012 semakin banyak achievement yg dapat saya raih, dan tentunya keinginan terbesar saya di tahun ini adalah menikah :-).

Yes. I found it :-)

Saat ini saya kesulitan mencari buku bahasa pemrograman PERL yang berbahasa Indonesia. Saya sangat membutuh buku ini karena terkait dengan studi saya. Setelah mencari ke beberapa toko buku besar namun masih juga belum menemukan buku yang saya cari. Tanpa sengaja, saya iseng mencari di toko buku kecil yang berada di sekitar stasiun UI. Saya menanyakan buku PERL kepada ibu penjual buku, dan ternyata buku tersebut ada dan hanya ada 1. Bagaikan menemukan harta karun yang sangat berharga saya pun tersenyum senang,  saya langsung berpesan ke ibu penjual tersebut untuk menyimpan buku tersebut dan saya segera mengambil uang di ATM terdekat. Beruntungnya saya ibu penjual itu mempercayai saya, buku tersebut disimpannya sementara agar tidak diambil oleh calon pembeli yang lain. Setelah saya mengambil uang dan kembali ke toko buku tersebut, saya pun segera membayarnya. Alhamdulillah, akhirnya saya menemukan buku yang saya inginkan. Meskipun buku tersebut cetakan lama namun bagi saya buku tersebut sangat berharga. Foto buku yang saya beli dapat dilihat di bawah ini 🙂


Bagaimana Menjadi Pribadi yang Percaya Diri

Pernahkah Anda merasa tidak percaya diri? Saya teringat percakapan dengan salah seorang teman saya, Cynthia. Cynthia merupakan sosok wanita yang serba bisa dengan penuh percaya diri. Dia selalu berhasil dalam setiap pekerjaannya, mahir dalam merajut, hobi olahraga, dan jago karaoke karena memang suaranya bagus. Dia memiliki banyak teman pria dan wanita.  Berteman dengannya sungguh menambah wawasan pertemanan saya. Saya pernah menanyakan kepadanya mengenai “resep” menumbuhkan rasa percaya dirinya. Dengan senang hati, dia memberikan tips kepada saya yang juga Anda terapkan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Untuk menambah rasa percaya diri, Anda tidaklah harus menggunakan barang yang bermerk atau yang mahal. Berikut ini beberapa tips yang saya peroleh dari teman saya :

  1. Tanamkan pikiran positif dalam diriAnda
  2. Pandangilah wajah Anda di cermin dan katakan pada diri Anda sendiri kalau Anda cantik/tampan
  3. Semua yang ada dalam tubuh Anda patut Anda syukuri, entah itu kulit yang putih/sawo matang/hitam  atau badan yang langsing/tidak langsing.
  4. Jangan iri melihat kelebihan orang lain, cobalah lihat dalam diri Anda sendiri pastinya Anda memiliki kelebihan/keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
  5. Tuliskan dalam secarik kertas dan tuliskan kelebihan/keunikan yang Anda miliki, tulislah sebanyak-banyaknya. Jika Anda dapat menuliskan kelebihan/keunikan Anda maka Anda dapat mengenali diri Anda sebagai pribadi yang unik.
  6. Jangan terlalu menghiraukan pendapat orang lain yang sering meng-underestimate Anda. Jangan biarkan orang lain dengan mudah menghancurkan rasa percaya diri yang ada di dalam diri Anda. Anda adalah Anda, jangan meniru kepribadian orang lain.
  7. Kembangkanlah kepribadian Anda untuk diri Anda sendiri, bukan demi orang lain.
  8. Tetaplah bersyukur kepada Tuhan, dan selalu rendah hati.

Banyak manfaat yang dapat saya rasakan selama saya merasa percaya diri, salah satunya : saya menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan orang baru, dan saya menjadi lebih percaya diri ketika berkaraoke meskipun suara saya tidaklah bagus padahal sebelumnya saya tidak mau berkaraoke.  Apakah Anda ingin mencoba tips diatas?.

Gambar diambil dari : http://www.voiceinrecovery.com/blog/wp-content/uploads/2011/03/ILoveMyself.jpg

Callysta Florist

Penulis : Adriana Sari Aryani

—————————————————————————-

Alarm berbunyi tepat jam 6 pagi, Tangan kanan Lily berusaha menjangkau alarm untuk mematikannya. Alarm telah mati namun tubuh Lily enggan bangun dan masih ingin tidur nyenyak. Semalam dia sibuk mengerjakan dekorasi ruangan dan mengerjakan beberapa rangkaian bunga, dia mengerjakan bersama para stafnya hingga larut malam. Lily mendapat permintaan untuk mendekorasi salah satu ruangan auditorium di Jade Spark Hotel untuk sebuah acara seminar bertemakan “Global Warming”. Ringtone handphone Lily berbunyi, Lily bangun dari tempat tidur dan mencari-cari dimana handphonenya berada. Dia menemukan handphonenya dan menekan tombol untuk menjawab telepon. “Hi Lily, apakah kau sudah bangun? Pagi ini kita harus membawa beberapa rangkaian bunga ke Jade Spark Hotel dan memberikan sedikit sentuhan akhir sebelum acara dimulai.” kata Keyla di ujung  telepon. “Ya, aku baru bangun. Kita bertemu 45 menit lagi di florist. Sampai jumpa.” Lily menutup telepon kemudian mandi lalu bersiap-siap. Sebelum dia pergi, dia mematut dirinya di depan cermin untuk memastikan penampilannya rapi, feminim, dan elegan. Rambut coklatnya sengaja di gerai ke belakang bahu, dengan ujung rambutnya di keriting sedikit. Tak lupa dia menyemprotkan  parfum dengan aroma segar perpaduan amber dan citrus pada tubuhnya untuk meningkatkan kosentrasi dan menambah rasa optimis. Dia ingin tampil menarik dan percaya diri ketika bertemu dengan banyak orang termasuk dengan Cindy Fleck, ketua penyelenggara acara yang menggunakan jasa florist miliknya untuk mendekorasi salah satu ruangan auditorium di Jade Spark Hotel.

Setelah siap, Lily keluar dari apartemen dengan penuh semangat. Lily memanggil taxi namun tidak ada yang berhenti karena telah terisi penumpang lain, setelah beberapa kali mencoba memanggil taxi, akhirnya dia mendapatkan taxi yang kosong. Dia masuk ke dalam taxi, meminta ke supir taxi untuk mengantarnya ke Callysta Florist, 617 Mason Street. Dia juga meminta supir taxi untuk menambah sedikit kecepatan karena dia sedang terburu-buru. Selama perjalanan, Lily sangat gugup, karena baru pertama kali ini dia mendapat permintaan untuk mendekorasi ruangan  auditorium untuk sebuah acara seminar di salah satu hotel bintang lima di San Fransisco,  Jade Spark Hotel. Lily berharap dapat menyelesaikan dekorasi ruangan seindah mungkin dan mendapatkan tanggapan positif dari Cindy Fleck. Jika permintaan dekorasi ruangan kali ini berhasil maka akan membuka jalannya untuk mendapatkan permintaan dekorasi ruangan untuk acara-acara serupa di hotel berbintang lima. Dia ingin nama Callysta florist dikenal banyak orang dan dipercaya untuk dekorasi ruangan oleh berbagai event organizer. “Semoga saja semuanya berjalan lancar.” harapnya dalam hati.  Beruntunglah Lily, selama perjalanan dia tidak terkena macet. Perjalanan Taxi dari apartemen ke Callysta florist hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja. Taxi akhirnya sampai di tujuan, yaitu di Callysta florist. Lily keluar dari Taxi dan membayar biaya taxi. Setelah membayar Taxi, Lily segera masuk ke dalam Callysta florist.

Lily adalah pemilik Callysta florist. Usaha florist miliknya ini baru berjalan 4 bulan. Sejak remaja Lily memiliki impian untuk membuka usaha florist miliknya sendiri. Lily berusaha untuk hidup mandiri dan tidak mau selalu bergantung kepada orang tuanya. Ayahnya, Carl Dustin Breynil, merupakan pengacara terkenal di New York. Sedangkan ibunya, Jane Rose Breynil, merupakan dokter gigi terkenal di New York.  Lily memutuskan untuk mulai hidup mandiri dan pindah ke kota San Fransisco ketika dia masih kuliah di San Fransisco State University. Untuk memulai usaha floristnya Lily mendapatkan bantuan pinjaman dana dari orang tuanya sebagai modal awal. Lily memilih untuk memulai usaha florist karena kecintaannya terhadap bunga-bunga. Sejak kecil Lily menyukai dan mengagumi keindahan aneka jenis bunga. Di halaman belakang rumah orang tuanya terdapat taman bunga yang cantik dimana di taman tersebut terdapat banyak sekali bunga yang berwarna-warni yang indah dan harum, ada bunga mawar, melati, gardenia, daisy, aster, dahlia, lavender, lily, krisan, petunia, camellia, anyelir, dan masih banyak lagi jenisnya. Selain itu di taman tersebut ada dua ayunan yang terbuat dari kayu, gazebo mungil dari kayu cendana untuk minum teh atau untuk bersantai, kolam kecil di untuk meletakkan tanaman teratai, dan juga ada rumah kaca untuk berbagai jenis anggrek. Ibunya, Jane Rose Breynil, juga menyukai bunga dan mempunyai hobi berkebun. Hampir setiap libur akhir pekan beliau menyibukkan diri dengan merapikan tanaman bunganya di kebun, atau menanam tanaman bunga yang baru. Saking kecintaannya terhadap bunga, Jane (ibunya) memberi nama anak-anaknya dengan nama bunga, yaitu : Callysta Lily Breynil, dan Ella Jasmine Breynil.

Sesampainya di florist, Lily bertemu dengan Keyla dan beberapa stafnya yang sedari tadi telah ada di dalam florist untuk menyiapkan rangkaian bunga yang akan dibawa ke Jade Spark Hotel. “Apakah semua rangkaian bunga yang akan dibawa ke Jade Spark Hotel telah siap? Lily bertanya ke Keyla. Keyla menjawab “Ya, semuanya telah siap, hanya saja Jack belum juga datang. Dan Olivia sudah berada di Jade Spark Hotel untuk merapikan dekorasi ruangan disana.”. Lily sedikit panik karena Jack belum juga datang, Jack bertugas sebagai driver yang membawa beberapa rangkaian bunga ke Jade Spark Hotel dengan menggunakan mobil box.   Beberapa kali Lily mencoba menghubungi nomor telepon Jack namun tidak diangkat oleh Jack. Lily terlihat gelisah dan terus mencoba menghubungi nomor Jack. 10 menit kemudian Jack datang dan mengatakan “Maaf aku terlambat.” Kata Jack. “Syukurlah kamu datang, jika tidak maka aku harus segera mencari driver pengganti pagi ini.” ujar Lily dengan nada sedikit tenang. Rangkaian bunga satu persatu dimasukkan ke dalam mobil box dengan perlahan-lahan.  Cindy Fleck memesan 13 macam rangkaian bunga yang terdiri dari, 5 macam rangkaian bunga yang besar (Delightfull of White, Pretty Autumn, Colourfull Sweet, Gorgeous Purple, Pink Red Medley), dan 7 rangkaian bunga kecil untuk diletakkan di meja (red radiance tied, pink rose basket, purple exquisite, heart blossom, lovely yellow aster, joy of the rainbow, magic of white). “Mari berangkat.” kata Lily dengan penuh optimis dan berharap semoga semuanya berjalan lancar. Meskipun Lily dan beberapa staf florist terlihat sibuk di Jade Spark Hotel, namun Callysta florist tetap buka seperti biasanya mulai jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Lily menyerahkan segala urusan Callysta florist kepada Emma. Emma sudah sangat dipercaya dalam mengatur urusan Callysta florist selama Lily pergi.

Jack, Keyla, dan Lily telah sampai di Jade Spark Hotel. Mereka segera menata letak rangkaian bunga yang telah mereka bawa dari florist dengan bantuan Olivia yang sedari tadi sudah sibuk menata dekorasi di ruangan. Satu persatu rangkaian bunga diletakkan di titik-titik tertentu sesuai dengan instruksi dari Lily.  Semua stafnya mengikuti instruksinya, dan mereka bekerja sangat cepat dan kompak. Pekerjaan dekorasi ruangan telah selesai. “Sempurna” kata Lily dalam hati, dia bangga dengan hasil akhir pekerjaan timnya. Wewangian bunga-bunga segar yang ada di ruangan auditorium membuat seluruh ruangan tersebut wangi alami. Cindy Fleck datang dan melihat dekorasi ruangan sebelum acara seminar dimulai. Acara seminar dimulai 45 menit lagi.  “Kerja kalian sungguh bagus” Cindy memuji hasil dekorasi yang dilakukan oleh Callysta florist.  “Sungguh indah. Aku sangat menyukai dekorasi ruangan ini. Lihatlah begitu indah rangkaian bunga yang ada di meja.” ujar Cindy sambil berkeliling ruangan dan melihat satu persatu rangkaian bunga yang tertata di meja. “Oh, rangkaian bunga Lily dan Anggrek. Cantik sekali. Ini bunga kesukaanku.” Cindy memandang salah satu rangkaian bunga besar di dekat pintu masuk ruangan dan menyentuh bunga Anggrek dengan lembut. Lily hanya tersenyum kecil sambil melihat ke arah Keyla dan Olivia. Cindy memuji hasil kerja tim Callysta florist dan mengucapkan terima kasih kepada Lily. Cindy memberikan sebuah cek kepada Lily sebagai tanda pembayaran jasa dekorasi. Lily sangat senang menerimanya dan mengucapkan terima kasih. “Jika membutuhkan rangkaian bunga atau jasa dekorasi ruangan jangan ragu untuk menghubungi Callysta Florist” kata Lily sambil memberikan kartu nama Callysta florist kepada Cindy Fleck.  Cindy Fleck menjawab “Tentu saja. Senang bisa bekerja sama dengan Callysta florist”. Mereka pun bersalaman. Para tamu acara seminar mulai datang satu persatu, Cindy Fleck tampak sibuk menyapa para tamu dan melakukan persiapan lainnya.   Lily berjalan menuju ke arah Keyla, Olivia, Jack  dan mengucapkan “Kita Berhasil. Terima kasih untuk kerjasama kalian”.  Keyla, Olivia, dan Jack sangat senang karena berhasil membuat pelanggannya puas atas kerja keras mereka. Mereka kembali ke florist untuk bekerja seperti biasa dengan penuh semangat dan optimis.

***************

Mohon kasih saran dan kritiknya ya 🙂