Arsip

Sistem Pakar (Expert System) — (Bagian 2)

Beberapa kategori dan area permasalahan sistem pakar, yaitu:

  1. Interpretasi, yaitu pengambilan keputusan atau deskripsi tingkat tinggi dari sekumpulan data mentah, termasuk di antaranya juga pengenalan ucapan, analisis citra, dan beberapa analisis kecerdasan.
  2. Proyeksi, yaitu memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu, diantaranya peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalu lintas, estimasi hasil, atau peramalan keuangan.
  3. Diagnosis, yaitu menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya: medis, elektronis dan diagnosis perangkat lunak.
  4. Desain, yaitu menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu.
  5. Perencanaan, yaitu merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu. Contohnya, yaitu : perencanaan keuangan, routing dan manajemen proyek.
  6. Monitoring, yaitu membandingkan tingkah laku suatu sistem yang teramati dengan tingkah laku yang diharapkan darinya.
  7. Debugging dan repair, yaitu menentukan dan mengimplementasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi, diantaranya memberikan resep obat.
  8. Instruksi, yaitu mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek, diantaranya melakukan instruksi untuk diagnosis.
  9. Pengendalian, yaitu mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks seperti kontrol terhadap interpretasi-interpretasi, perbaikan dan monitoring kelakuan sistem.
  10. Seleksi, mengidentifikasi pilihan terbaik dari sekumpulan daftar kemungkinan.
  11. Simulasi, pemodelan interaksi antara komponen-komponen sistem [Arhami, 2004].

Menurut Turban, sistem pakar terdiri dari dua bagian pokok, yaitu: lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) [Arhami, 2004]. Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Arsitektur sistem pakar dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah :

  1. Antarmuka pengguna (User Interface)
  2. Basis pengetahuan
  3. Akuisisi pengetahuan
  4. Mesin inferensi
  5. Workplace
  6. Fasilitas penjelasan
  7. Perbaikan pengetahuan

Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang obyek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui [Arhami, 2004]. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu :

  • penalaran berbasis aturan, dan
  • penalaran berbasis kasus [Kusumadewi, 2003].

a)     Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)

Pada penalaran ini, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF–THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan [Kusumadewi, 2003].

b)     Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoing)

Pada penalaran ini, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan [Kusumadewi, 2003].

Referensi :

  • Arhami, M. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Andy, Yogyakarta
  • Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu

Artikel Terkait :

Sistem Pakar (Expert System) — (Bagian 1)

Definisi

Menurut Durkin, sistem pakar (expert system) adalah “suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar” [Kusumadewi, 2003]. Seorang pakar adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang memiliki knowledge atau kemampuan khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Knowledge dalam sistem pakar mungkin saja seorang ahli, atau knowledge yang umumnya terdapat dalam buku, majalah dan orang yang mempunyai pengetahuan tentang suatu bidang. Suatu knowledge dari sistem pakar bersifat khusus untuk satu domain saja. Domain masalah adalah bidang atau ruang lingkup yang khusus, seperti : kedokteran, keuangan, bisnis, ilmu pengetahuan, atau teknik. Sistem pakar menyerupai kepakaran manusia dalam satu domain masalah saja  [Arhami, 2004]. Pengguna menyampaikan fakta atau informasi untuk sistem pakar dan kemudian menerima saran dari pakar atau jawaban ahlinya.

Ada beberapa keunggulan sistem pakar, diantaranya dapat :

  1. Menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar.
  2. Menyimpan data tersebut untuk jangka waktu yang panjang dalam suatu bentuk tertentu.
  3. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat dan tanpa jemu mencari kembali data yang tersimpan dengan kecepatan tinggi [Arhami, 2004].

Kemampuan sistem pakar diantaranya adalah :

  1. Menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya
  2. Bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki
  3. Menambah fakta kaidah dan alur penalaran yang baru ke dalam otaknya [Arhami, 2004].

Beberapa keuntungan menggunakan sistem pakar, yaitu :

1)      Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat.

2)      Meningkatkan output dan produktivitas.

3)      Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar.

4)      Meningkatkan penyelesaian masalah – menerusi paduan pakar, penerangan, sistem pakar khas.

5)      Meningkatkan reliabilitas.

6)      Memberikan respon (jawaban) yang cepat.

7)      Merupakan paduan yang cerdas [Arhami, 2004].

Pada umumnya sistem pakar mempunyai ciri-ciri  :

  •  Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari basis pengetahuannya.
  • Memiliki informasi yang handal, baik dalam menampilkan langkah-langkah antara maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses penyelesaian.
  • Heuristik dalam menggunalan pengetahuan (yang sering kali tidak sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya.
  • Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer [Arhami, 2004].

Referensi :

  • Arhami, M. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Andy, Yogyakarta
  • Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu

Artikel Terkait :